Selasa, 24 September 2013

KIRAN

dimana Kiran?
dimana berkas sinar yang pernah aku tanam disudut taman itu?
apakah aku tersesat?
sehingganya semua mata tidak dapat melihat dan telinga ini hanya sayu mendengar

dimana Kiran?
dimana tetes embun yang pernah aku curahkan dari berkas daun sehabis kelam?
apa dia bersembunyi?
dia memang datang dari negri antah berantah
namun sudah kusimpan selendang terbangnya agar tidak dapat kembali ke khayangan

dimana Kiran?
aku pandangi sepotong bulan yang hampir tertutup kelam itu
namun angin membiaskan kabut begitu cepat
seolah masuk dalam kubangan hitam, bintang mengalah untuk menutup malam

oh...
dimana Kiran?
hingga fajar datang aku masih termanggu memandang cakrawala
hingga akhirnya sang surya beradu ke awan
aku benci matahari yang menghapus jejaknya
membuatku harus kembali ke sarang dan mengunci pintu rapat-rapat

Minggu, 28 Juli 2013

Bunda, Aku Ingin Pulang

Sama seperti malam-malam sebelumnya, langit malam di Pantai Kuta dipenuhi pendar bintang. Ramai bayangan manusia menyapaku ditemani sinar dari rembulan. Mereka lalu lalang di trotoar yang sudah berhenti menjerit karena sudah renta. Aku kadang lupa jika ini adalah tanah airku. Semua terlihat sangat berwarna. Mereka berbicara dengan suara dan bahasa masing-masing yang sangat tak ku mengerti. Aku sudah lelah memandang deru ombak yang tak kunjung menutup mata. aku putuskan untuk pulang.

Lalu lintas malam tak begitu padat, namun tetap membosankan dengan menu utama besi-besi beroda yang beriringan. Aku berhenti sejenak di warung kopi yang menawarkan surga, katanya. membeli secangkir kopi seharga sepersepuluh ekor kambing. Sebenarnya aku tak menyukai kopi. Hidup ini semakin terasa pahit saat aku seruput teguk demi teguk kopi itu. Dari lantai dua gedung warung kopi yang katanya kelas dunia ini, aku memandang setumpuk kekesalan jalan raya yang bercampur amarah lampu merah. Tanpa terasa Coffee late hitam di cangkir sudah dingin dan membeku. Aku tinggalkan tanpa setegukpun aku rasakan.

Aku lelah,
Tapi aku tak mau berkeluh kesah.
Bosan dengan semua kekesalan kota yang telah aku telusuri kemolekannya.
Malam belum terlalu larut.
Bahkan para pencari sinar malam baru akan bergegas berhamburan.
Mungkin aku rindu Bunda.
Aku rindu seteguk cerita yang sering ia dendangkan.
Aku putuskan untuk istirahat dan memejamkan mata.
Besok adalah perjalanan panjang melintasi pulau-pulau.
Pasti akan sangat melelahkan bagiku.
Bayanganku menerawang saat senyum itu menyapaku.
"dia ucapkan selamat malam"

Jumat, 26 Juli 2013

Garis-garis Kecil di Musim Kering


Aku adalah bait-bait kata yang engkau ucapkan saat mentari mulai meninggi, seperti syair yang didendangkan saat senja dari ribuan abad lamanya. Kembalilah kepadaku saat kau lihat bulan telah enggan bersinar.

Aku akan terus duduk di depan kertas-kertas putih yang bertumbuk menjadi berkas kehidupan. Kadang aku menggaris lurus sekali, sempat pula garis lengkung dan gerigi yang tercipta.

Seandainya engkau tahu bahwa aku hanyalah daun kering yang enggan gugur saat musim kering. Aku terus bertahan dalam ketiadaanku mencoba menggapai langit basah itu. Hanya mampu memandang embun yang bermain bersama pelangi. Aku rasa tak ada embun saat musim kering. apa aku berkhayal?


Sabtu, 01 Juni 2013

Sisa Rintik Hujan

Penghujung hari dibulan Mei
Aku mendengarkan nyayian hujan yang berlahan pudar
Jejak luka yang kau tebarkan terbang bersama embun
Menyisakan bekas rona pucat pasih

Waktu matahari memicingkan sinarnya dipagi itu
Aku terpanah akan sinarnya
putih berbalut biru awan
Dibisakan atmosfir bumi yang tua renta

Tertegun aku
Pelangi pagi membelah langitku
Awal Juni yang menyiratkan tanda tanya
Apakah kapalku siap berlayar kembali

Berlari aku menuju dermaga yang bising karena perbincangan tembok dan tali tambang
Namun tak terlihat sekapal pun yang berlabuh
Apa aku bermimpi?

Aku rasa begitu...

Abdullah Chepa Al-Harits
Denpasar, June 1st, 2013

Jumat, 08 Februari 2013

Antologi Puisi - Prosa Lirih (50 Penyair Indonesia) dan Cerpen (20 Cepenis Indonesia)

akhirnya tahun 2013 bisa juga ngeluarin karya untuk dinikmati orang banyak dalam bentuk buku
bagi temen2 yang minat beli hubungi aja aq ya..

Fb: Abdullah Chepa Al-Harits