Jumat, 08 Februari 2013

Antologi Puisi - Prosa Lirih (50 Penyair Indonesia) dan Cerpen (20 Cepenis Indonesia)

akhirnya tahun 2013 bisa juga ngeluarin karya untuk dinikmati orang banyak dalam bentuk buku
bagi temen2 yang minat beli hubungi aja aq ya..

Fb: Abdullah Chepa Al-Harits




Sabtu, 17 November 2012

Precipitation

Presipitasi
Oleh
Separdi Haja, S.T (1291561050)
Master Degree of Udayana University
Technical and Water Resource Management

Hujan adalah turunnya air dari atmosfer ke permukaan bumi; yang berupa hujan, hujan salju, kabut, embun dan hujan es (Triatmodjo, 2009, Hidrologi Terapan). Ada beberapa hal yang mempengaruhi hujan antara lain waktu, lokasi iklim, topografi dan angin. Hujan/Presipitasi ini masuk kedalam bagian dari siklus hidrologi. Dimana setelah proses evaporasi/penguapan air yang terkandung dalam atmosfer mengalami kondensasi atau penurunan suhu. Akibatnya awan yang mengandung air ini bergerak akibat hembusan angin dan perbedaan suhu. Akibat perbedaan suhu inilah air tersebut jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk butiran-butiran hujan.
Ada beberapa jenis hujan menurut Triatmodjo, 2009, Hidrologi Terapan, antara lain:
1.      Hujan Konvektif
Hujan yang bersifat setempat, mempunyai intensitas yang tinggi dan dalam durasi yang singkat. Hal ini dikarenakan pada musim kemarang di daerah trofis terjadi pemanasan yang intensif, sehingga rapat massa udara berkurang, dan menyebabkan udarah basah naik keatas dan mengalami kondensasi dan hujan.
2.      Hujan Siklonik
Hujan tipe ini bersifat tidak terlalu lebat dan berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Hal ini dikarenakan udara panas relative ringan bertemu dengan udara dingin yang relative berat maka panas tersebut akan bergerak di atas udarah dingin. Udara yang bergerak inilah yang akan mengalami kondensasi dan akhirnya menjadi hujan.
3.      Hujan Orografis
Hujan tipe ini terjadi tidak permanen dan dapat berubah tergantung musim dan arah angin. Hal ini dikarenakan hujan ini biasanya terjadi pada daerah pegunungan dan merupakan pemasok air tanah, danau, bendungan dan sungai.
Beberapa istilah dalam proses terjadinya hujan:
1.      Intensitas hujan (I) adalah laju curah hujan dalam satuan mm/jam, mm/hari, mm/tahun.
2.      Durasi hujan (t) adalah lamanya hujan yang turun pada suatu lokasi. Dicatat dalam satuan waktu (menit atau jam)
3.      Tinggi hujan (d) adalah jumlah curah hujan dalam ketebalan (diatas permukaan yang datar) atau banyaknya kejadian hujan dalam kala ulang. Satuannya mm Frekuensi.
4.      Luas daerah hujan/daerah tangkapan hujan (A) adalah luas geografis curah hujan, datuannya dalam km2.
Pengukuran hujan dibutuhkan untuk mengetahui banyaknya curah hujan yang terjadi pada suatu daerah, dapat berupa jam-jaman, bulanan atau tahunan. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui curah hujan pada suatu lokasi baik itu secara konvensional ataupun menggunakan stasiun pengukuran hujan otomatis. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengukuran hujan ini adalah penentuan hujan kawasan. Karena stasiun pengukuran hujan hanya mewakili satu titik saja pada suatu daerah. Maka dari itu perlu dilakukan perhitungan agar data pengukuran stasiun tersebut dapat digunakan untuk digunakan pada perhitungan kawasan atau luasan. Ada beberapa metode yang digunakan untuk menentukan hujan rerata pada suatu kawasan antara lain:
1.      Metode Rerata Aritmatik (aljabar)
Metode ini adalah melakukan perhitungan rata-rata secara aljabar terhadap curah hujan di dalam  dan sekitar stasiun yang bersangkitan.
2.      Metode Thiessen
Metode ini menggunakan prinsip daerah pengaruh pada titik stasiun.
3.      Metode Isohiet
Perhitungan metode ini dilakukan dengan menyatukan besarnya curah hujan yang sama pada suatu lokasi yang berbeda, sehingga terbentuklah garis-garis kontur curah hujan pada lokasi.
 

Kamis, 20 September 2012

Salahkah Aku

Bukan aku lari dari duniamu, bukan pula aku melupakanmu. 
Biduk bintang yang pernah kita rajut bersama sengaja kau redupkan. 
Saat usia menjeratku, aku dihadapkan pada kenyataan yang tak tahu apa sebabnya. 
Aku sabar, aku mengalah. 
Aku pun tak tahu apakah aku kalah. 
Namun, kuat aku yakinkan hatiku. 
Kebijaksanaanlah yang aku butuhkan. 
Dan juga tentu karena adanya dirimu disampingku sobat.

Bila aku salah menurutmu, tunjukkan letak salah itu. 
Saat aku mencintai cinta. 
Dan cinta tak berpihak padaku. 
Aku tersenyum. 
Apa itu sebuah keabsurdan?. 
Saat aku kalah pada keadaan dan persahabatan menghianatiku. 
Aku berusaha bangkit dan tegar. 
Apa aku salah?.

Aku masih terpaku di Bumi Rafflesia untuk menjelang pertambahan usia. 
Apakah aku bisa bijak?. 
Gemintang masih indah di langit malam Pantai Panjang. 
Dan saat ini aku sedang mengenang tentang indahnya hari yang dulu pernah kau rajam.
Jangan pernah menjauh dariku, karena aku akan selalu mengatakan kau adalah sahabat terpilihku.

Sabtu, 15 September 2012

23 Puisi Cinta

Butiran-butiran nafas Kau berikan
Menuntunku pada kehidupan
Berkas-berkas nyawa ditiupkan
Adalah  kekuatanku untuk selalu bertahan
Sayap-sayap malaikat selalu mengiringi jejak tapak kaki
Bidadari tak bersayap Kau kirim menjadi penjagaku
Bunda yang kokoh menahan terjangan topan badan kehidupan
Kau bungkus permata dalam dekap keluarga
Saling berkasih dan sayang

Saat senja merajai hariku
Kau datangkan gadis pelipur lara
Kau kirim sahabat-sahabat kecil mampir menemani
Merubah kelam jadi pelangi
Gundaku jadi asa

Mentari pagi ini masih terasa hangat
Sama seperti saat pertama aku mulai bernafas
Cinta kasihMu tak pernah lepas
Walaupun kadang aku lupa dan menjauh
Tuhan
Jalan yang telah aku lalui senantiasa berliku
Kau selalu hadir dengan RahmadMu
Teriring doa dan syukur
Jadikan 23 puisi cinta ini sebagai langkah awal untuk kembali mengembara

Denpasar, Menjelang 16 September 2012

Senin, 10 September 2012

Satu Nama Dalam Tidurmu

Kita pernah berbincang dibawah rembulan
Bayang hitam hanyalah tanda akan merindu
Terselip tirani dalam lipatan
Saat udara dan remang membekap kita bergantian

Hujan menyapa begitu deras
Tumpukan jerami tak begitu memberikan kehangatan
Teh atau pun kopi tak tersaji kala itu
Hanya selimut usang yang mampu kau berikan

Ibu, kau mendengkur begitu keras
Harmoni tidurmu bersatu dengan percik air hujan
Cintamu meniadakan udara mencengkram
Teduh wajahmu berbinar terpancar dari berkas sinar lilin

Kau tersenyum dan tertawa dalam mimpimu
Raut yang telah lama pudar dari indah wajahmu
Berharap namaku yang kau sebut
Bahagia sesaat meski hanya mimpi